gosok gigi pake ape biar aman?? fluorida bahaya loohh
Bahan-Bahan Kimia Berbahaya
Tanpa kita sadari, banyak produk yang biasa kita gunakan sehari-hari, ternyata mengandung bahan kimia berbahaya. Sayangnya hal ini tidak begitu dipublikasikan. Contohnya: fluorida, fenilpropanolamin, dan aspartam. Kali ini akan membahas tentang bahaya fluorida.
Profesional dan ilmuwan medis yang terhormat telah memperingatkan bahwa fluoridasi air dalam jangka panjang membahayakan kesehatan. Selama 50 tahun lebih, pemerintah dan media AS menganjurkan fluorida sebagai sarana yang aman dan efektif untuk mencegah gigi berlubang, “terutama pada anak-anak”. Namun fluorida sebenarnya bukanlah unsur bermanfaat seperti yang dianjurkan “media”. Agar lebih jelasnya, simaklah pendapat para pakar dan laporan lembaga internasional mengenai senyawa ini.
Dr. Charles Gordon Heyd (Mantan pimpinan American Medical Association)
“Saya tertarik dengan prospek penggunaan air sebagai sarana obat-obatan. Fluorida adalah racun korosif yang akan menimbulkan efek serius dalam jangka panjang. Upaya penggunaan air semacam ini harus dilarang.”
Agustus 2002
Belgia menjadi negara pertama yang melarang suplemen fluorida. Tablet fluorida, fluorida cair, dan permen karet fluorida yang selama bertahun-tahun dipromosikan sebagai pemutih gigi akan ditarik dari pasar. Pasalnya, unsur ini beracun dan berisiko besar terhadap kesehatan fisik dan psikologis. Keputusan ini diambil oleh Menteri Kesehatan Umum.
Profesor Albert Schartz PhD (Penemu Streptomosin dan peraih Nobel)
“Fluoridasi adalah kekacauan terbesar yang pernah dilakukan dan yang lebih banyak melibatkan orang dibandingkan kekacauan lain.” Sembilan puluh persen negara Eropa barat menolak fluoridasi air. Di antaranya Austria, Belgia, Denmark, Finlandia, Prancis, Jerman, Italia, Luxembourg, Nederlands, Norwegia, dan Swedia. Alasan yang umumnya dikemukakan adalah keyakinan bahwa air minum publik “bukan” sarana yang patut dimanfaatkan untuk mengirimkan obat-obatan kepada masyarakat. Belakangan ini, India dan Jepang juga menolak atau melarang penggunaannya.
UNICEF
“Pemerintah tertentu tahu betapa tidak layaknya dan betapa beracunnya fluorida.”
Dalam laporan tahun 1999, UNICEF mengeluhkan bahwa sebenarnya sejumlah pemerintah tertentu cukup tahu bahwa fluorida cukup beracun. “Pemerintah-pemerintah tertentu cukup tahu betapa fluorida itu beracun, terutama bagi anak-anak karena tubuh mereka menyerap fluorida lebih banyak dibandingkan orang dewasa,” tegas laporan tersebut.
HUMO
Di tahun yan gsama, HUMO membuat tulisan tentang bahaya fluorida (Humo Nr.17/33059, April 20, 1999). Pada saat itu reaksinya cukup banyak, khususnya dari para dokter gigi yang, meski tidak diragukan berniat baik, tetapi membeo argumen para pendukung pemakaian fluorida. Memang, manfaat fluorida sudah diketahui sejak lama. Namun selama ini setidaknya dua belas orang pemenang Nobel di bidang kedokteran dan kimia telah memberi peringatan sehubungan risiko kesehatan yang ditimbulkannya. Memberikan fluorida kepada anak-anak bukan saja tidak bermanfaat, tetapi juga berbahaya. Bahkan dekalsifikasi gigi dan tulang sebagai akibat fluorida memiliki nama tersendiri, yaitu fluorosis. Fluorida sangat reaktif dan mampu menembus hingga ke dalam tulang dan sel tempat substansi ini terakumulasi. Memang, permukaan gigi menjadi lebih keras, namun gigi itu sendiri menjadi lebih rapuh.
Bahaya Fluorida (Osteoporosis dan Artritis)
Di Washington telah mendeklarasikan bahwa terdapat segala alasan untuk percaya dengan fakta semakin banyaknya penderita sindrom sambungan pangkal tangan dan nyeri seperti radang sendi diakibatkan fluoridasi massa air minum. Pada 9 Juli 1998, Manchester Guardian melaporkan berita tentang air yang terkontaminasi fluorida di India Tengah. Air itu berasal dari pengeboran sumur yang dilakukan tahun 1980-an namun tidak diuji dulu. Air tersebut mengakibatkan puluhan juta orang menderita aratritis parah sehingga digolongkan sebagai musibah nasional.
Pernahkan Anda mendengar kisah ini? Aneh bukan? Puluhan juta orang terkena penyakit tapi nyaris tak ada liputannya di media.
Retak Panggul
Meminum air yang mengandung fluor akan meningkatkan risiko retak panggul hingga dua kali lipat baik pada pria maupun wanita lajut usia. Bahkan air dengan fluorida yang sangat rendah, yakni 0,1 ppm, secara statistik masih cukup signifikan dalam meningkatkan risiko retak panggul.
Kanker
Studi yang dilakukan National Cancer Institute Toxicological Program menemukan bahwa fluorida bisa digolongkan sebagai karsinogen. Lebih jauh studi New Jersey Departement of Health mengonfirkasikan peningkatan 6,9 kali lipat kanker tulang pada pria muda. Studi sebelumnya menunjukkan kenaikan sebesar 5% berbagai jenis kanker pada komunitas yang mengonsumsi air berfluor. Dalam dengar pendapat di Kongres pada tahun 1981, Dean Burk, Kepala Kimiawan di National Cancer Institute AS, meaporkan setidaknya 40.000 kematian akibat kanker pada tahun 1981 dinisbahkan pada 40.000 kasus fluorida. Kasus semacam ini sebenarnya bisa dicegah seandainya limbah industri tidak bercampur dengan suplai air untuk publik. Menurut Burk, risiko kanker yang diakibatkan fluorida lebih tinggi dan lebih cepat dibandingkan unsur kimia lain.
Infertilitas
Infertilitas wanita ditemukan meningkat dengan penggunaan air berfluor. Ilmuwan FDA (Food and Drug Administration) melaporkan adanya korelasi kuat antara penurunan tingkat fertilitas wanita dalam rentang usia 10-49 tahun dengan peningkatan level fluorida.
Kerusakan Otak
Fluorida mengurangi kapasitas intelegensi manusia, terutama pada anak yang sejak dini telah keracunan fluor. Level IQ mereka lebih rendah dibandingkan anak-anak yang tidak terpapar fluor pada segala kelompok umur yang didaftar.
Penyakit Alzheimer
Beberapa studi yang menghubungkan aluminium deengan fluorida menunjukkan bahwa ketersediaan biologis aluminium meningkat dengan adanya fluorida sehingga level aluminium meningkat dua kali lipat dalam otak hewan yang diteliti. Berdasarkan artikel di Wall Street Journal edisi 28 Oktober 1992 tentang studi yang dilakukan oleh Varnier JA, et. al., ditemukan bahwa “tikus yang diberi asupan fluorida dalam dosis tinggi menunjukkan perilaku berjalan tertatih-tatih seperti hewan tua…” Hasil pemeriksaan post mortem menunjukkan rusaknya struktur sel otak tikus tersebut.
Catatan: Penyakit Alzheimer didiagnosis pertama kali oleh Dr. Alosis Alzheimer pada tahun 1907. Sebagai penyakit mematikan yang menempati peringkat keempat, di AS Alzheimer menyerang kelompok umur di atas 60 tahun. Berdasarkan data, 50% manula di atas 70 tahun mengembangkan penyakit ini (dan fluorida yang terdapat di lingkungan berkaitan dengan masalah ini).
Bahaya Fluor yang ditutup-tutupi
Dr. William Marcus, mantan pimpinan toksikologis divisi Air Minum EPA didepak dari pekerjaanya pada tahun 1991, setelah bersikeras bahwa evaluasinya tentang potensi fluor dalam mengakibatkan kanker tidak bias. Marcus tidak berpangku tangan menghadapi pemecatannya. Ia mengajukan persoalan ini ke pengadilan sembari berupaya membuktikan bahwa kasusnya “bermuatan politik”. Akhirnya ia berhasil memperoleh kembali jabatannya. Sekarang Marcus tak mau berkomentar banyak tentang episode itu. Ia hanya mengatakan, “Evaluasi saya tentang karsinogenisitas fluorida tidak keliru, sekarang kita tahu akan hal ini.” Investigasi yang dilakukan Komite Lingkungan hidup dan Pekerjaan Umum pada tahun 1991 menguatkan dakwaan Marcus. Penelitian tersebut juga mengngkapkan bahwa temuan mereka dan menggambarkan fluorida dengan bahasa yang lebih ramah.
Mengapa ilmuwan dipaksa berbohong? Ini berarti pemerintah Amerika sengaja melukai rakyatnya. Tapi, apa alasannya? Media pun tidak mengungkap persoalan ini, malah mendukung propaganda pemerintah agar masyarakat merasa aman-aman saja.
Padahal bahaya fluor luar biasa. Kandungan fluor yang terdapat dalam tabung pasta gigi ukuran keluarga bisa membunuh anak dengan berat 12kg!
Apakah Anda pernah membaca peringatan yang tertera pada label pasta gigi?
Awas: Jauhkan dari jangkauan anak di bawah 6 tahun. Jika pasta gigi tertelan lebih banyak dari yang biasa digunakan untuk menyikat gigi, carilah bantuan profesional atau segera hubungi pusat pengendalian masalah keracunan.
Atas alasan apakah peringatan ini sering kali tidak tertera pada produk yang beredar di luar AS? Adakah konspirasi internasional yang ingin membuat kita semua sakit? Periksalah kemasan pasta gigi Anda, barangkali Anda akan terkejut karena tidak menemukan label tersebut.
Ada tiga bahan dalam pasta gigi yang dinilai berbahaya. Fluorida berbahaya jika tertelan, sorbitol dan sodium lauryl sulfat bisa mengakibatkan diare, terutama pada anak-anak. Mulai 7 April 1997, semua pasta gigi dan produk perawatan gigi berfluor yang dikemas di AS harus diberi label peringatan bahwa jika pasta gigi tertelan lebih banyak dari yang diperlukan untuk menyikat gigi, yang bersangkutan harus segera mencari bantuan profesional atau menghubungi pusat pengendalian masalah keracunan. Setiap kali Anda menggosok gigi, ada kemungkinak besar sedikit “residu” pasta gigi masuk ke perut Anda dan jumlah ini semakin bertambah setiap kali Anda memakai pasta gigi. Jika satu sendok teh pasta gigi berfluor bisa membunuh anak kecil, bagaimana efek jangka panjang “residu” pasta gigi yang masuk ke tubuh kita?
Fakta-fakta Efek Biologis Fluorida
Fluorida digunakan untuk memodifikasi prilaku dan suasana hati manusia. Tidak banyak diketahui, senyawa fluorida yang ditambahkan ke air minum narapidana akan membuat mereka tetap “jinak” dan tidak membangkang terhadap petugas yang berwenang. Hal ini dimanfaatkan baik di kamp-kamp tahanan Nazi pada PD II maupun gaulag Soviet di Siberia.
Efek fluorida dalam mencegah perusakan (gigi dan tulang - penerj.) manusia tidak banyak atau tidak ada sama sekali. Pada tahun 1990, Dr. John Colquhoun dipaksa pensiun dini di Selandia Baru, setelah melangsungkan studi terhadap 60 ribu murid sekolah dan tidak menemukan perbedaan perusakan gigi antara wilayah yang berfluor dengan yang tidak. Selain itu, ia menemukan terjadinya fluorosis gigi pada anak-anak di wilayah yang berfluor. Lalu, apa salah dokter ini? Tentu saja karena ia membiarkan penelitian ini diketahui umum. “Fluoridasi adalah kasus kekacauan ilmiah terbesar abad ini,” kata Robert Carlton, Ph.D., mantan ilmuwan AS yang bekerja di EPA kepada pemirsa Canadian Broadcast Company, 24 November 1992.
Banyak Obat Berkadar Fluorida Tinggi
Selama beberapa tahun terakhir, banyak obat yang mengandung fluorida ditarik dari pasaran karena mengakibatkan penyakit dan kematian. Fluorida “sangat beracun terhadap liver,” kata Andreas Schuld dari Vancouver, BC Canada. Pimpinan organisasi Orangtua dengan Anak Keracunan Fluorida ini menjelaskan, “Fluorida dalam liver akan mengacaukan metabolisme hormon tiroid, mengakibatkan gangguan tiroid, dan berasosiasi dengan sejumlah penyakit seperti penyakit otot, jantung, dll.” Efek lain termasuk penyakit oto serius yang menyebabkan nyeri dan kelemahan. Schuld menengarai Baycol yang ditarik baru-baru ini sebagai contoh obat yang menyimpan bahaya karena mengandung fluorida. Obat penurun kadar kolesrerol ini telah dikonsumsi 700 ribu warga Amerika. “Baycol terkait dengan 31 kematian di AS, dan setidaknya sembilan kasus lain yang berakibat fatal di seluruh dunia,” ujar Schuld.
CIPRO
Kependekan dari ciprofloxacin, kuinolon yang bersenyawa dengan fluor, masuk dalam golongan antibiotika berfluor seberti juga enoxacin, temafloxacin, grepafloxacin, norfloxacin, sparfloxacin, tosufloxacin, fleerofloxacin, lomefloxacin, ofloxacin, dll. Saran saya (penulis buku ini-red), lain kali Anda pergi ke dokter, tanyakanlah apakah obat yang ia resepkan mengandung fluor atau tidak. Seandainya ia tidak tahu, barangkali Anda perlu mencari dokter lain.
Source: Dosa-Dosa Media Amerika – Jerry D. Gray
komen admin: para beettuuulll.. 0.0 smua odol pan ada fluorida nyee. moso gosok gigi pake abu gosok!?? ckckck. mesti cari odol baru inih.
yg abis bc postingan gw terus nemu odol tanpa fluorida kabarin yee.
NB: untuk fenilpropanolamin dan aspartam silahkan baca sendiri bukunya. si admin cape ngetik ulangnyah. hohoho. 8D *selingan promosi. hehehe*
