asal muasal HIV ama AIDS
Simpang Siur Seputar AIDS
Pemenang Nobel Meengarai Virus HIV sebagai Agen Biologis
Gulf Daily News
10 Oktober 2003
Nairobi: ekolog Kenya, Wangari Maathai, wanita Afrika pertama yang memenangkan hadiah Nobel untuk perdamaian, kemarin menegaskan klaimnya bahwa virus AIDS secara sengaja dijadikan agen biologis. “Sebagian orang mengatakan AIDS berasal dari monyet. Saya meragukan pendapat ini karena kita hidup bersama dengan monyet sejak dahulu kala. Orang lain mengatakan bahwa itu kutukan Tuhan, tapi menurut daya tidak demikian,” katanya.
“Dibandingkan golongan lain di planet ini, orang-orang sekarat lebih banyak berasal dari golongan kami, warga kulit hitam,” kata Maathai dalam konferensi pers di Nairobi, sehari setelah mendapat hadiah Nobel atas karyanya memperjuangkan hak-hak manusia atas penghijauan kembali hutan Afrika.
Konspirasi
“Tidaklah keliru bahwa ada sebagian orang yang menciptakan agen untuk mengenyahkan orang lain. Jika orang semacam itu tidak ada, barangkali kita tidak menginvasi Irak. Kita menginvasi Irak karena kita percaya bahwa Saddam Hussein telah membuat, atau dalam proses menciptakan, agen pertahanan biologis,” lanjut Maathai.
Ia kemudian menambahkan, “Sebenarnya virus HIV diciptakan oleh seorang ilmuwan untuk pertahanan biologis. Mengapa banyak rahasia menyangkut AIDS? Jika kita bertanya dari mana datangnya virus itu, banyak pendapat yang berbeda-beda. Ini membuat saya curiga.”
Dari sekitar 38 juta orang di seluruh dunia yang diperkirakan terinfeksi HIV, 25 juta di antaranya berada di Afrika dan menurut perkiraan Unaids, kebanyakan di antaranya wanita. Mengenai kebarhasilan Maathai memenangkan hadiah Nobel Perdamaian, AS memberi ucapan selamat. Namun, tanggapannya terhadap klaim Maathai tentang AIDS tidak seramah itu. “Kami tidak setuju dengan hal itu,” kata mereka. Komentar resmi ini dipublikasikan di harian Kenya, Standard, edisi Agustus, yang mengutip ucapan Maathai bahwa ilmuwanlah yang menciptakan HIV/AIDS.
Rahasia Asal-Usul AIDS
Tulisan Allan Cantwell, Jr., M.D. ini mengungkapkan rahasia asal-usul AIDS dan HIV, juga bagaimana ilmuwan menghasilkan penyakit yang paling menakutkan kemudian menutup-nutupinya.
“Teori” Monyet Hijau
- Tidak sedikit orang yang mendengar teori bahwa AIDS adalah ciptaan manusia. Menurut laporan The New York Times yang terbit 29 Oktober 1990, 30% penduduk kulit hitam di New York City benar-benar percaya bahwa AIDS adalah “senjata etnis” yang didisain di dalam laboratorium untuk menginfeksi dan membunuh kalangan kulit hitam. Sebagian orang malah menganggap teori konspirasi AIDS lebih bisa dipercaya dibandingkan teori monyet hijau Afrika yang dilontarkan para pakar AIDS. Sebenarnya sejak tahun 1988 para peneliti telah membuktikan bahwa teori monyet tidaklah benar. Namun kebanyakan edukator AIDS terus menyampaikan teori ini kepada publik hingga sekarang. Dalam liputan-liputan media tahun 1999, teori monyet hijau telah digantikan dengan teori simpanse di luar Afrika. Simpanse yang dikatakan merupakan asal-usul penyakit AIDS ini telah diterima sepenuhnya oleh komunitas ilmiah.
- “Pohon keturunan” filogenetik firus primata (yang hanya dipahami segelintir orang saja) ditampilkan untuk membuktikan bahwa HIV diturunkan dari virus primata yang berdiam di semak Afrika. Analisis data genetika virus ditunjukkan melalui ‘superkomputer” di Los Alamos, Mexiko, menunjukkan bahwa HIV telah “melompati spesies”, dari simpanse ke manusia sekitar tahun 1930 di Afrika.
Catatan Penting
Los Alamos kebetulan saja merupakan sentra pembuatan bom nuklir, hasil persekutuan mata-mata Cina, dan laboratorium tempat dilakukannya eksperimen rahasia radiasi manusia terhadap penduduk sipil yang tidak merasa curiga. Eksperimen ini telah dilakukan sejak tahun 1940-an hingga awal epidemik AIDS.
Penutup Uraian AIDS
Muasal HIV dan AIDS telah diselewengkan dan disamarkan oleh pemerintah, berkat bantuan besar media boneka mereka. Jika jurnalisme bekerja sebagaimana mestinya, masyarakat umum pasti mendapat gagasan yang lebih jernih tentang apa AIDS sesungguhnya. Namun kebenaran justru dipelesetkan dan masyarakat dunia menjadi bingung hingga mereka seolah tak lagi ambil pusing. Lagi-lagi ini berkat bantuan media TV Amerika. Hanya sedikit saja bagian yang seharusnya diinvestigasi oleh media dan pemerintah yang sah, tapi ini pin tidak dilakukan, yaitu:
- Hubungan antara AIDS dan kanker.
- Hubungan antara HIV ([ra AIDS) dengan virus-virus hewan percobaan yang menderita kanker.
- Hubungan SCVP (Special Virus Cancer Program) dengan merebaknya AIDS.
Source: Dosa-Dosa Media Amerika – Jerry D. Gray
NB: ini hanya sedikit kutipan tentang HIV & AIDS untuk lebih jelas dan lengkap silahkan baca sendiri bukunya. si admin cape ngetik ulangnyah. hoho *senyum polos sambil promosi. hehehe*
